Kamis, 29 Mei 2014

Teripang

teripang atau yang sering disebut gamat  atau mentimun laut ini merupakan hewan invertebrta yang dapat dimakan. Ia tersebar diantara zona pasang surur sampai laut dalam. teripang merupakan hewan yang pergerakkannya lambat. Teripang hidup pada substrat pasir, lumpur pasir dan ekosistem terumbu karang.

klasifikasi teripang
kingdom : animalia
filum : Echinodermata
kelas : Holothroidea

Kamis, 22 Mei 2014

ekosistem mangrove



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Ekosistem adalah suatu komunitas dari makhluk biotik dan abiotik yang hidup atau bertempat tinggal pada satu habitat yang sama dan saling berinteraksi.  Bakau salah satu ekosistem dari mangrove. Salah satu karakteristik mangrove umumnya tumbuh didaerah Intertidal yaitu daerah dinamis dimana mempunyai pasang-surut tertinggi yang digenangi air.,daerahnya tergenang air laut secara berkala atau setiap hari, menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat, terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat, dan salinitas air payau (0,5-30o/o).
Hutan mangrove sering disebut dengan hutan pasang surut, atau hutan payau, karena hutan mangrove umumnya adalah tumbuhan bakau da hanya bias hidup diaerah perairan payau yang dipengaruhi oleh arus pasang surut. Mangrove juga merupakan sebutan umum yang di gunakan untuk menggamkbarkan suatu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon – pohon yang khas atau semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh pada daerah pasang surut air berlumpur.
 Estuaria (aestus atau air pasang) adalah suatu badan air pantai semi tertutup yang berhubungan langsung dengan laut terbuka. Dipengaruhi oleh gerakan pasang surut. Air laut bercampur dengan air tawar. Mangrove adalah individu jenis tumbuhan maupun komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut. Ekosistem ini terdapat di antara daratan dan lautan. Mangrove sering juga dinamakan hutan pantai, hutan pasang surut, hutan payau, atau hutan bakau.

Bagi mahasiswa jurusan perikanan, pengetahuan tentang ekositem mangrove sangat lah penting, karena salah satu yang termasuk dalam ekosistem mangrove adalah hutan bakau. Hutan bakau merupakan salah satu tempat ikan, udan, kepiting berkembangbiak. Dengan diadakannya praktikum mangrove diharapkan agar mahasiswa mengetahui organisme – organisme apa saja yang ada atau hidup di sekitar mangrove. Selain itu agar kita para mahasiswa bisa mengerti betapa pentingnya hutan mangrove dan sekitarnya bagi kehidupan.



1.2  Rumusan Masalah
  1. Apa itu ekosistem mangrove?
  2. Bagaimana ekologi ekosistem mangrove?
  3. Komponen apa saja yang terdapat pada ekosistem mangrove?
  4. Bagaimana rantai makanan, jaringan makanan dan piramida makanan pada ekosistem mangrove

1.3  Tujuan Penulisan
·         Menambah wawasan mengenai ekosistem mangrove
·         Menambah wawasan mengenai ekologi ekosistem mangrove
·         Menambah wawasan mengenai komponen yang terdapat dalam ekosistem mangrove.
·         Menambah wawasan mengenai rantai makanan, jaringan makanan dan piramida makanan pada ekosistem mangrove
·         Sebagai syarat untuk mata kuliah pengantar ilmu kelautan dan perikanan.
























BAB II
PEMBAHASAN
2.1                        Pengertian Ekosistem Mangrove
2.1.1        Definisi Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove adalah sebutan untuk sekelompok tumbuhan yang hidup didaerah pasang surut pantai. Hutan menggrove dikenal juga dengan istilah tidal forest, coastal woodland, vloedbosschen, atau juga hutan payau. kita sering menyebut hutan dipinggir pantai tersebut sebgai hutan bakau. sebenarnya, hutan tersebut lebih  tepat dinamakan hutan mangrove. istilah"mangrove" digunakan sebagai pengganti istilah bakau untuk menghindarkan kemungkinan salah pengertian dengan hutan yang melulu terdiri atas pohon bakau Rhizophora spp. karena bukan hanya pohon bakau yang tumbuh disaan. selain bakau, terdapat banyak jenis tumbuhan lain yang hidup didalamnya.

2.1.2        Ciri – ciri Ekosistem Mangrove
Ada beberapa ciri-ciri spesifik yang bisa dijumpai di hutan mangrove, antara lain:
  1. Jenis pepohonan yang related terbatas.
  2. Akar pepohonan terbilang unik sebab berbentuk layaknya jangkar dengan melengkung juga menjulang di bakau atau Rhizphora Spp.
  3. Terdapat beberapa pohon yang akarnya mencuat secara vertical layaknya pensil di pidada atau Sonneratia dan juga api-api atau Avicennia Spp.
  4. Terdapat biji atau propagul dengan sifat vivipar atau mampu melakukan proses perkecambahan pada kulit pohon.

Sementara itu, ciri-ciri khusus dari habitat hutan mangrove antara lain:
a)      Wilayah tanah yang tergenang secara periodic atau berkala.
b)      Tempat tersebut juga mendapat aliran air tawar yang cukup dari daratan.
c)      Wilayah tersebut terlindung dari gelombang besar juga arus pasang surut laut yang kuat.
d)     Air di wilayah tersebut memiliki kadar garam payau.
                     
2.1.3        Penyebaran Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove sering dianggap sebagai suatu ekosistem yang sangat lain. Sebenarnya hutan mangrove merupakan salah satu dari berbagai tipe hutan yang terdapat di dunia. Hutan mangrove hanya terdapat di pantai yang kekuatan ombaknya terpecah oleh penghalang berupa pasir, terumbu karang, atau pulau. Oleh karena itu, biasanya hutan mangrove terdapat di kawasan rawa sekitar pantai.
Indonesia mempunyai luas hutan mangrove terbesar di dunia yaitu 3,7 juta hektar (21,8% dariluas hutan mangrove di dunia). Di Indonesia hutan mangrove dapat ditemukan hampir di setiap propinsi.

2.1.4    Fungsi utama Ekosistem Mangrove
Pada hakikatnya mangrove memiliki 4 fungsi,yaitu :

a.       Fungsi Fisik Hutan Mangrove

  1. Sebagai penjaga garis pantai juga tebing sungai agar terhindar dari erosi atau abrasi.
  2. Memacu percepatan perluasan lahan.
  3. Mengendalikan intrusi dari air laut.
  4. Berperan sebagai pelindung daerah belakang hutan mangrove dari pengaruh buruk hempasan gelombang juga angin yang kencang.
  5. Sebagai kawasan penyangga dari rembesan air lautan.
  6. Sebagai pusat pengolahan limbah organik.

b.       Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove

  1. Sebagai sumber kayu untuk bahan bakar juga bahan bangunan bagi manusia.
  2. Sebagai penghasil beberapa unsur penting seperti obat-obatan, minuman, makanan, tannin juga madu.
  3. Sebagai lahan untuk produksi pangan.

c.       Fungsi Biologis Hutan Mangrove

  1. Sebagai tempat untuk mencari makanan, tempat memijah, tempat untuk berkembang-biak berbagai organisme seperti ikan, udang dan lain-lain.
  2. Sebagai salah satu sumber plasma nutfah

d.      Fungsi Ekologis Hutan Mangrove

  1. Tempat emisi dan penyimpan cadangan karbon
  2. Sebagai pelindung daratan dari abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang
  3.  Pengendali intrusi air laut




2.2                        Ekologi Ekosistem Mangrove
2.2.1        Tipe Ekosistem Mangrove
Hutan-hutan mangrove menenpati sebagian besar garis pesisir pantai, namun di beberapa tempat juga dijumpai di teluk-teluk yang terlindungi atau disekeliling pulau-pulau di lepas pantai dan laguna kecil, dimuara-muara sungai di delta sungai-sungai besar, bahkan dapat masuk jauh ke pedalaman sepanjang sungai-sungai (sebagai contoh sampai 240 km ke arah hulu sungai Kapuas di Kalimantan Barat), selain itu juga mencakup daerah rawa-rawa dengan nipah yang luas. walaupun memiliki daerah penyebaran yang luas, namun secara umum  ekosistem hutan mangrove dibedakan dalam tiga tipe utama, yaitu Bentuk pantai/delta, bentuk muara sungai/laguna, dan bentuk pulau. ketiga tipe tersebut terdapat di Indonesia.
                      
2.2.2        Faktor – faktor lingkungan mangrove
Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan mangrove, yakni :
F Fisiografi pantai
               semakin datar pantai dan semakin besar pasang-surut, maka semakin lebar hutan                                mangrove yang akan tumbuh.

F Iklim
faktor iklim yang berpengaruh disini meliputi cahaya, curah hujan, suhu, udara dan angin.

F Pasang surut
   daerah yang selalu tergenang pasang surut memiliki komposisi jenis tumbuhan mangrove yang lebih sedikit dibanding daerah yang jarang tergengang pasang surut.

F Gelombang dan arus
tumbuhan mangrove akan tumbuh dengan subur pada daerah yang memiliki gelombang dan arus yang relatif tenang.

F Salinitas
mangrove merupakan tumbuhan yang toleran terhadap lingkungan

F Oksigen terlarut
oksigen terlarut sangt penting bagi ekosistem flora dan fauna mangrove (terutama dalam proses fotosintesis dan respirasi) dan percepatan dekomposisi serasah. Oleh karena itu, konsentrasi oksigen terlarut berperan mengontrol komposisi jenis, distribusi dan pertumbuhan mangrove.

F Tanah mangrove
umumnya tumbuh pada tanah lumpur, namun begitu beberapa jenis mangrove dapat tumbuh di tanah berpasir, koral. tanah kerikil, bahkan tanah gambut. Tanah di hutan mangrove mempunyai ciri-ciri selalu basah, mengandung garam, oksigen sedikit dan kaya akan bahan organik.

F Nutrien

F Proteksi
mangorve berkembang baik pada daetrah pesisir yang terlindung dari gelombang yang kuat yang dapat menghempaskan anakan mangrove. daerah yang dimeksud dapat berupa laguna,teluk, estuari, delta, dll.

                          2.3 Flora Mangrove
                                 2.3.1 Keanekaragaman Flora Mangrove
Flora mangrove bisa terdiri atas pohon, epifit, liana, alga, bakteri(autotrof dan heterotrof)  dan fungi(pada daun, batang dan akar, dan tanah). Didunia terdapat lebih dari 20 famili flora mangrove, yang terdiri dari 30 genus dan 80 species. Untuk hutan mangrove di Indonesia terdapat kira-kira 89 jenis tumbuhan yang terdiri atas 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis perdu, 9 jenis liana, 29 jenis epifit dan 2 jenis parasit. Namun dari sekian banyak tumbuhan, hanya 47 jenis tunbuhan saja yang betul-betul sebagai tumbuhan yang hidup di hutan mangrove. Oleh karena itu. Tumbuhan di hutan mangrove dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu mangrove sejati dan mangrove ikutan.

                                                     
2.3.2 Pengelompokan Flora Mangrove

    1. Mangrove sejati
Mangrove sejati dalah sebutan untuk kelompok tumbuhan yang hidup hanya di daerah mangrove. Ditempat lain, yaitu diluar kawasan mangrove, kelompok ini tak dapat tumbuh. Contohnya adalah api-api (Avcenia marina); gogem, prepat ( Sonnetratia alba);bakau; bakau besar;(Rhizopora mucronata); bakau merah;( Rhizopora stylosa); lenro; bakau kecil (Rhizopora apiculata); tancang (Briguiera gymnorhiza); nipah (Nypa Frutican); panggang (Excoecaria agallocha); dan dungun ( Heritiera littoralis).
                                    
    1.     Mangrove Tidak Sejati
Mangrove ikutan adalah sebutan untuk kelompok tumbuhan yang hidup tidak hanya dikawasan hutan mangrove. Kelompok tumbuhan ini juga sering dijumpai diluar kawasan mangrove. Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok mengrove ikutan sangat banyak jenisnya. Secara umum dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:

  1.     Pohon-pohonan
Contohnya adalah pohon butun, kebem (Barringtonia asiatica); nyamplung (Calophyllum inophyllum); ketapang; kemiri cina, binonbuah upas, upas bijg laut; bintaro; dadap laut; malapari, kipahang; waru; jati pasir, mengkudu, pace, cangkudu;  buah upas, upas biji; kanyerelaqut; sentigi, cantigi, kayu wesen; bidara laut; beluntas; seruni dan kawista.
                   
  1.   Semak-semak
Contohnya adalah daun katang-katang; kacang laut; dan canavalia maritima.

3.          Rerumputan
Contohnya adalah rumput lari-lari; rumput tembaga; teki laut; gliting segara; dan akar wangi.

4.       Perdu
Contohnya adalah jelutung laut; legundi; gabusan, babakan;  Tournafortia argentea; bakung; pandan; dan kaktus.


2.4 Fauna Mangrove     
2.4.1 Keanekaragaman Fauna Mangrove
Ekosistem Mangrove merupakan habitat bagi berbagai fauna, baik fauna khas mangrove maupun fauna yang beasosiasi dengan mangrove. Fauna mangrove hampir mawakili semua phylum, meliputi protozoa sederhana sampai burung, reptilia, amfibia dan mamalia. Hewan-hewan tersebut sebagian ada hidup di darat, sebagian hidup di air. Ada juga yang dapat hidup baik di darat maupun di air. Bagi mereka, keberadaan hutan mangrove sangat penting, karena hutan mangrove berfungsi sebagai:
v  Tempat singgah dan mencari makan
v  Tempat tinggal, mencari makan dan melangsungkan proses hidupnya yang lain:
v  Tempat melewatkan masa perkembangan, lalu pindah ke lokasi lain setelah mencapai dewasa.

2.4.2 Pengelompokan Fauna Mangrove
Fauna hutan mangrove dapat dibagi dalam dua bagian :
²  Komponen-komponen yang mutlak hidup doi dekat/dalam air (secara aquatik) yang terdiri dari kepiting, siput, kerang, cacing dan hewan lainnya yang secara langsung menggantungkan hidupnya di laut.
²  Komponen yang hidup di daratan yang sering merupakan komponen pengunjung termasuk serangga, laba-laba, ular, kadal, tikus, monyet dan burung yang hidupnya tidk langsung tergantung dari laut.
2.4.2.1 Fauna darat
Pada ekosistem mangrove, fauna darat dapat dibagi kedlam dua kelompok besar, yaitu vertebrata dan invertebrata. Kelompok vertebrata terdiri dari mamalia, burung, reptil dan amfibi. Sedangkan, kelompok invertebrata terdiri atas serangga dan laba-laba.

ü  Mamalia
Contoh mamalia yang terdaapat dihutan mangrove diantaranya,  babi liar (Sus Vittatus), kelelawar/ kalong besar (pteretopus vampirus) dan jenis-jenis mamalia-primata yang terdapat pada habitat di tepi-tepi sungai, termasuk monyet (macaca fascicularis), lutung(Presbytis cristata) dan bekantan (Nasalis larvatus) yang emdemik kalimantan.


ü  Burung
Hutan mangrove penting bagi burung, karena empat hal yaitu:
1. Hutan mangrove merupakan tempat bersarang bagi sejumlah besar jenis burung bangau dan kuntul. Banyak jenis burung-burung tersebut yang bersarang hanya di hutan mangrove dan kemungkinan akan menjadi lebih banyak terbunuh oleh manusia jika bersarang di luar hutan mangrove.
2. Hutan mangrove menjadi tempat tinggal bagi banyak jenis burung yang bermigrasi dan beberapa jenis burung yang menetap yang makan pada atau dari atas daratan berlumpur pasang surut. Tempat tinggal seperti ini penting terutama bagi burung seperti gajahan (Charadrius, Numenius, Tringa) yang bermigrasi.
3. Hutan mangrove dikunjungi/didatangi secara musiman oleh sejumlah burung migran yang beberapa diantaranya merupakan penyebaran biji.
4. Hutan mangrove mendukung berbagai fauna burung darat, yang menetap dan yang bermigrasi. Kumpulan burung ini adalah istimewa, karena sebagian besar dapat terdiri dari burung udang, burung pelatuk dan burung berkicau pemakan serangga.

ü  Reptilia
Hutan mangrove didiami oleh berbagai hewan melata, seperti biawak (Varanus salvator), kadal (Mabuya multifasciata), ular air (Enhydris enhydris), ular cincin mas (Boiga dendrophilla), ular tambak (Cerberus rhynchops), ular bangkai laut (Trimeresurus wagleri), dan viver mangrove (Trimerecurus purpureomaculatus).  Kebanyakan dari ular-ular yang dijumpai di hutan mangrove bukanlah ular laut sebenarnya (Hydropidae). Buaya muara(Crocodylus porosus) merupakan hewan terbasar dirawa hutan mangrove. Perburuanselma berabad-abad telah mangurangi jumlah buaya muara sehingga menyebabkannya punah.

ü  Amfibi
Katak mangrove Rana cancrivora, katak hijau R. Limocharis dan kodok buduk Bufo melanostictus  merupakan hewan istimewa di kalangan amfibi karena dapat hidup dan berkembangbiak dalam air yang sedikit asin. Kecebongnya lebih  tahan terhadap garam dari pada yang dewasa dan metamorfosa pada yang dewasa hanya akan terjadi setelah air yang asin menjadi sangat encer.

ü  Serangga dan laba-laba
Serangga di ekosistem mangrove banyak jenisnya. Namun, yang paling umum dan mudah ditemui adalah nyamuk dan semut. Sedangkan, jenis lain yang dijumpai di kawasan hutan mangrove adalah laba-laba.

2.4.2.2 Fauna air
Fauna laut didominasi oleh ikan dan binatang tak bertulang belakang lainnya seperti siput dan kerang (didominasi oleh Bivalvia dan Gastropoda) serta kepiting (didominasi oleh Brachyura). Berdasarkan habitatnya, fauna laut di mangrove terdiri atas dua tipe yaitu:
  1. Infauna yang hidup dikolom air terutama berbagai jenis ikan dan udang
  2. Epifauna  yang menenpati substrat baik yang keras (akar dan batang pohon mangrove) maupun yang lunak (lumpur), terutama kepiting, kerang danberbagai jenis invertebrata lainnya.

ü  Ikan
Beberapa jenis ikan yang terdapat dikawasan mangrove adalah ikan glodok dan ikan betok, selain itu juga terdapat beberapa jenis ikan lainnya seperti ikan belanak(Mungilidae), ikan kueh (Carangidae),  ikan kapasan, ikan lontong (Gerrediae), ikan kekemekikan gelama ikan krot(Scinaidae), ikan barakuda, ikan alu-alu dan ikan tencak (Sphtraenidae).

ü  Binatang tak bertulang belakang (Invertebrata)
Hewan-hewan invertebrata biasanya berukuran kecil. Ada yang hidup menempel pada akar-akar mangrove, dilantai hutan mangrove, atau di lumpur-lumpur. Beberapa jenis hewan invertebrata yang bisa kita temui di hutan mangrove adalah kepiting (Krustasea), keong atau kerang (Mollusca), cacing (Polychaeta), bulu babi, teripang, dan Scyll serrata ( sejenis bentos).








2.5                        Rantai Makanan pada Ekosistem Mangrove


















2.6                         Jaringan Makanan pada Ekosistem Mangrove













2.7                         Piramida Makanan pada Ekosistem Mangrove
2.8                         Kerusakan Ekosistem Mangrove

1.      Faktor penyebab kerusakan ekosistem mangrove
ü  Pengambilah kayu dan hasil-hasil non kayu secara berlebih-lebihan
ü  Konversi lahan hutan mangrove menjadi lahan permukiman, pertanian dan tambak
ü  Pencemaran oleh limbah hasil industri dan domestik
ü  Sedimentasi berlebihan

2.      Dampak dari kerusakan ekosistem mangrove
ü  Terjadi erosi tanah yang parah
ü  Punahnya keanekaragaman flora dan fauna
ü  Intrusi air laut yang terjadi semakin cepat
ü  Menurunnya kualitas dan kuantitas hasil perikanan
ü  Mewabahnya penyakit demam berdarah dan malaria






Pohon Mangrove Muda dari Marga Rhizopoda

Pohon mangrove dari marga Sonneratia, memperlihatkan akar udara (pneumatophores) yang tumbuh. Pada bagian daratan dari paparan sebuah terumbu karang.




BAB III
PENUTUPAN

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan – penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa ekosistem mangrove adalah ekosistem terbesar yang terdapat diIndonesia. Hampir disetiap provinsi di Indonesia terdapat ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Selain, memiliki kenekaragaman flora dan fauna yang terdapat didalamnya. Ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekologis,biologis,fisis dan ekonomis. 


3.2 Saran
Ø Sebagai manusia kita hendaknya menjaga kelestarian hutan mangrove. Karena tanpa kita sadari hutan mangrove itu sangat berguna bagi manusia untuk kehidupan manusia dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.
Ø Harapan penulis setelah tersusunnya makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi pembaca. Dan penulis juga menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dijadikan bahan acuan dalam membuat makalah selanjutnya.