teripang atau yang sering disebut gamat atau mentimun laut ini merupakan hewan invertebrta yang dapat dimakan. Ia tersebar diantara zona pasang surur sampai laut dalam. teripang merupakan hewan yang pergerakkannya lambat. Teripang hidup pada substrat pasir, lumpur pasir dan ekosistem terumbu karang.
klasifikasi teripang
kingdom : animalia
filum : Echinodermata
kelas : Holothroidea
Kamis, 29 Mei 2014
Kamis, 22 Mei 2014
ekosistem mangrove
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekosistem
adalah suatu komunitas dari makhluk biotik dan abiotik yang hidup atau
bertempat tinggal pada satu habitat yang sama dan saling berinteraksi.
Bakau salah satu ekosistem dari mangrove. Salah satu karakteristik mangrove
umumnya tumbuh didaerah Intertidal yaitu daerah dinamis dimana mempunyai
pasang-surut tertinggi yang digenangi air.,daerahnya tergenang air laut secara
berkala atau setiap hari, menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat,
terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat, dan salinitas
air payau (0,5-30o/o).
Hutan
mangrove sering disebut dengan hutan pasang surut, atau hutan payau, karena
hutan mangrove umumnya adalah tumbuhan bakau da hanya bias hidup diaerah
perairan payau yang dipengaruhi oleh arus pasang surut. Mangrove juga merupakan
sebutan umum yang di gunakan untuk menggamkbarkan suatu varietas komunitas
pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon – pohon yang khas
atau semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh pada daerah pasang surut air
berlumpur.
Estuaria
(aestus atau air pasang) adalah suatu badan air pantai semi tertutup
yang berhubungan langsung dengan laut terbuka. Dipengaruhi oleh gerakan pasang
surut. Air laut bercampur dengan air tawar. Mangrove adalah individu jenis
tumbuhan maupun komunitas tumbuhan yang tumbuh di daerah pasang surut. Ekosistem ini terdapat di antara daratan dan lautan. Mangrove sering juga dinamakan hutan pantai, hutan pasang
surut, hutan payau, atau hutan bakau.
Bagi mahasiswa
jurusan perikanan, pengetahuan tentang ekositem mangrove sangat lah penting,
karena salah satu yang termasuk dalam ekosistem mangrove adalah hutan bakau.
Hutan bakau merupakan salah satu tempat ikan, udan, kepiting berkembangbiak.
Dengan diadakannya praktikum mangrove diharapkan agar mahasiswa mengetahui
organisme – organisme apa saja yang ada atau hidup di sekitar mangrove. Selain
itu agar kita para mahasiswa bisa mengerti betapa pentingnya hutan mangrove dan
sekitarnya bagi kehidupan.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa
itu ekosistem mangrove?
- Bagaimana
ekologi ekosistem mangrove?
- Komponen
apa saja yang terdapat pada ekosistem mangrove?
- Bagaimana
rantai makanan, jaringan makanan dan piramida makanan pada ekosistem
mangrove
1.3 Tujuan Penulisan
·
Menambah wawasan
mengenai ekosistem mangrove
·
Menambah wawasan
mengenai ekologi ekosistem mangrove
·
Menambah wawasan
mengenai komponen yang terdapat dalam ekosistem mangrove.
·
Menambah wawasan
mengenai rantai makanan, jaringan makanan dan piramida makanan pada ekosistem
mangrove
·
Sebagai syarat
untuk mata kuliah pengantar ilmu kelautan dan perikanan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Ekosistem Mangrove
2.1.1
Definisi
Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove adalah sebutan untuk
sekelompok tumbuhan yang hidup didaerah pasang surut pantai. Hutan menggrove
dikenal juga dengan istilah tidal forest, coastal woodland, vloedbosschen, atau
juga hutan payau. kita sering menyebut hutan dipinggir pantai tersebut sebgai
hutan bakau. sebenarnya, hutan tersebut lebih
tepat dinamakan hutan mangrove. istilah"mangrove" digunakan
sebagai pengganti istilah bakau untuk menghindarkan kemungkinan salah
pengertian dengan hutan yang melulu terdiri atas pohon bakau Rhizophora spp. karena bukan hanya pohon
bakau yang tumbuh disaan. selain bakau, terdapat banyak jenis tumbuhan lain
yang hidup didalamnya.
2.1.2
Ciri
– ciri Ekosistem Mangrove
- Jenis pepohonan yang related
terbatas.
- Akar pepohonan terbilang unik
sebab berbentuk layaknya jangkar dengan melengkung juga menjulang di bakau
atau Rhizphora Spp.
- Terdapat beberapa pohon yang
akarnya mencuat secara vertical layaknya pensil di pidada atau Sonneratia
dan juga api-api atau Avicennia Spp.
- Terdapat biji atau propagul
dengan sifat vivipar atau mampu melakukan proses perkecambahan pada kulit
pohon.
Sementara itu, ciri-ciri khusus dari
habitat hutan mangrove antara lain:
a) Wilayah
tanah yang tergenang secara periodic atau berkala.
b) Tempat
tersebut juga mendapat aliran air tawar yang cukup dari daratan.
c) Wilayah
tersebut terlindung dari gelombang besar juga arus pasang surut laut yang kuat.
d) Air di
wilayah tersebut memiliki kadar garam payau.
2.1.3
Penyebaran
Ekosistem Mangrove
Hutan mangrove sering dianggap
sebagai suatu ekosistem yang sangat lain. Sebenarnya hutan mangrove merupakan
salah satu dari berbagai tipe hutan yang terdapat di dunia. Hutan mangrove
hanya terdapat di pantai yang kekuatan ombaknya terpecah oleh penghalang berupa
pasir, terumbu karang, atau pulau. Oleh karena itu, biasanya hutan mangrove
terdapat di kawasan rawa sekitar pantai.
Indonesia mempunyai luas hutan
mangrove terbesar di dunia yaitu 3,7 juta hektar (21,8% dariluas hutan mangrove
di dunia). Di Indonesia hutan mangrove dapat ditemukan hampir di setiap propinsi.
2.1.4
Fungsi
utama Ekosistem Mangrove
Pada hakikatnya mangrove memiliki 4 fungsi,yaitu :
a. Fungsi Fisik Hutan Mangrove
- Sebagai penjaga garis pantai
juga tebing sungai agar terhindar dari erosi atau abrasi.
- Memacu percepatan perluasan
lahan.
- Mengendalikan intrusi dari air
laut.
- Berperan sebagai pelindung
daerah belakang hutan mangrove dari pengaruh buruk hempasan gelombang juga
angin yang kencang.
- Sebagai kawasan penyangga dari
rembesan air lautan.
- Sebagai pusat pengolahan limbah
organik.
b. Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove
- Sebagai sumber kayu untuk bahan
bakar juga bahan bangunan bagi manusia.
- Sebagai penghasil beberapa
unsur penting seperti obat-obatan, minuman, makanan, tannin juga madu.
- Sebagai lahan untuk produksi
pangan.
c. Fungsi Biologis Hutan Mangrove
- Sebagai tempat untuk mencari
makanan, tempat memijah, tempat untuk berkembang-biak berbagai organisme
seperti ikan, udang dan lain-lain.
- Sebagai salah satu sumber
plasma nutfah
d. Fungsi Ekologis Hutan Mangrove
- Tempat emisi dan penyimpan cadangan
karbon
- Sebagai pelindung daratan dari
abrasi/erosi, gelombang atau angin kencang
- Pengendali intrusi air laut
2.2
Ekologi
Ekosistem Mangrove
2.2.1
Tipe
Ekosistem Mangrove
Hutan-hutan mangrove menenpati
sebagian besar garis pesisir pantai, namun di beberapa tempat juga dijumpai di
teluk-teluk yang terlindungi atau disekeliling pulau-pulau di lepas pantai dan
laguna kecil, dimuara-muara sungai di delta sungai-sungai besar, bahkan dapat
masuk jauh ke pedalaman sepanjang sungai-sungai (sebagai contoh sampai 240 km
ke arah hulu sungai Kapuas di Kalimantan Barat), selain itu juga mencakup
daerah rawa-rawa dengan nipah yang luas. walaupun memiliki daerah penyebaran
yang luas, namun secara umum ekosistem
hutan mangrove dibedakan dalam tiga tipe utama, yaitu Bentuk pantai/delta,
bentuk muara sungai/laguna, dan bentuk pulau. ketiga tipe tersebut terdapat di
Indonesia.
2.2.2
Faktor
– faktor lingkungan mangrove
Beberapa faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap
pertumbuhan mangrove, yakni :
F Fisiografi
pantai
semakin datar pantai
dan semakin besar pasang-surut, maka semakin lebar hutan mangrove yang
akan tumbuh.
F Iklim
faktor iklim yang berpengaruh disini meliputi cahaya, curah hujan, suhu,
udara dan angin.
F Pasang surut
daerah yang selalu tergenang
pasang surut memiliki komposisi jenis tumbuhan mangrove yang lebih sedikit
dibanding daerah yang jarang tergengang pasang surut.
F Gelombang
dan arus
tumbuhan mangrove akan tumbuh dengan subur pada daerah yang memiliki
gelombang dan arus yang relatif tenang.
F Salinitas
mangrove merupakan tumbuhan yang toleran terhadap lingkungan
F Oksigen
terlarut
oksigen terlarut sangt penting bagi ekosistem flora dan fauna mangrove
(terutama dalam proses fotosintesis dan respirasi) dan percepatan dekomposisi
serasah. Oleh karena itu, konsentrasi oksigen terlarut berperan mengontrol
komposisi jenis, distribusi dan pertumbuhan mangrove.
F Tanah
mangrove
umumnya tumbuh pada tanah lumpur, namun begitu beberapa jenis mangrove
dapat tumbuh di tanah berpasir, koral. tanah kerikil, bahkan tanah gambut.
Tanah di hutan mangrove mempunyai ciri-ciri selalu basah, mengandung garam,
oksigen sedikit dan kaya akan bahan organik.
F Nutrien
F Proteksi
mangorve berkembang baik pada daetrah pesisir yang terlindung dari gelombang
yang kuat yang dapat menghempaskan anakan mangrove. daerah yang dimeksud dapat
berupa laguna,teluk, estuari, delta, dll.
2.3 Flora Mangrove
2.3.1
Keanekaragaman Flora Mangrove
Flora mangrove bisa terdiri atas
pohon, epifit, liana, alga, bakteri(autotrof
dan heterotrof) dan fungi(pada daun, batang dan akar, dan
tanah). Didunia terdapat lebih dari 20 famili flora mangrove, yang terdiri dari
30 genus dan 80 species. Untuk hutan mangrove di Indonesia terdapat kira-kira
89 jenis tumbuhan yang terdiri atas 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis
perdu, 9 jenis liana, 29 jenis epifit dan 2 jenis parasit. Namun dari sekian
banyak tumbuhan, hanya 47 jenis tunbuhan saja yang betul-betul sebagai tumbuhan
yang hidup di hutan mangrove. Oleh karena itu. Tumbuhan di hutan mangrove dapat
dibagi menjadi dua bagian, yaitu mangrove sejati dan mangrove ikutan.
2.3.2
Pengelompokan Flora Mangrove
- Mangrove sejati
Mangrove sejati dalah sebutan untuk
kelompok tumbuhan yang hidup hanya di daerah mangrove. Ditempat lain, yaitu
diluar kawasan mangrove, kelompok ini tak dapat tumbuh. Contohnya adalah
api-api (Avcenia marina); gogem,
prepat ( Sonnetratia alba);bakau;
bakau besar;(Rhizopora mucronata);
bakau merah;( Rhizopora stylosa);
lenro; bakau kecil (Rhizopora apiculata);
tancang (Briguiera gymnorhiza); nipah
(Nypa Frutican); panggang (Excoecaria agallocha); dan dungun ( Heritiera littoralis).
- Mangrove
Tidak Sejati
Mangrove ikutan adalah sebutan untuk
kelompok tumbuhan yang hidup tidak hanya dikawasan hutan mangrove. Kelompok
tumbuhan ini juga sering dijumpai diluar kawasan mangrove. Tumbuhan yang
termasuk dalam kelompok mengrove ikutan sangat banyak jenisnya. Secara umum
dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis, yaitu:
- Pohon-pohonan
Contohnya adalah pohon butun, kebem
(Barringtonia asiatica); nyamplung (Calophyllum inophyllum); ketapang;
kemiri cina, binonbuah upas, upas bijg laut; bintaro; dadap laut; malapari,
kipahang; waru; jati pasir, mengkudu, pace, cangkudu; buah upas, upas biji; kanyerelaqut; sentigi,
cantigi, kayu wesen; bidara laut; beluntas; seruni dan kawista.
- Semak-semak
Contohnya adalah daun katang-katang;
kacang laut; dan canavalia maritima.
3. Rerumputan
Contohnya adalah rumput lari-lari;
rumput tembaga; teki laut; gliting segara; dan akar wangi.
4. Perdu
Contohnya adalah jelutung laut;
legundi; gabusan, babakan; Tournafortia argentea; bakung; pandan; dan
kaktus.
2.4 Fauna Mangrove
2.4.1
Keanekaragaman Fauna Mangrove
Ekosistem Mangrove merupakan habitat
bagi berbagai fauna, baik fauna khas mangrove maupun fauna yang beasosiasi
dengan mangrove. Fauna mangrove hampir mawakili semua phylum, meliputi protozoa sederhana sampai burung, reptilia,
amfibia dan mamalia. Hewan-hewan tersebut sebagian ada hidup di darat, sebagian
hidup di air. Ada juga yang dapat hidup baik di darat maupun di air. Bagi
mereka, keberadaan hutan mangrove sangat penting, karena hutan mangrove
berfungsi sebagai:
v Tempat singgah dan mencari makan
v Tempat tinggal, mencari makan dan
melangsungkan proses hidupnya yang lain:
v Tempat melewatkan masa perkembangan,
lalu pindah ke lokasi lain setelah mencapai dewasa.
2.4.2 Pengelompokan Fauna Mangrove
Fauna hutan mangrove dapat dibagi
dalam dua bagian :
² Komponen-komponen yang mutlak hidup
doi dekat/dalam air (secara aquatik) yang terdiri dari kepiting, siput, kerang,
cacing dan hewan lainnya yang secara langsung menggantungkan hidupnya di laut.
² Komponen yang hidup di daratan yang
sering merupakan komponen pengunjung termasuk serangga, laba-laba, ular, kadal,
tikus, monyet dan burung yang hidupnya tidk langsung tergantung dari laut.
2.4.2.1
Fauna darat
Pada
ekosistem mangrove, fauna darat dapat dibagi kedlam dua kelompok besar, yaitu
vertebrata dan invertebrata. Kelompok vertebrata terdiri dari mamalia, burung,
reptil dan amfibi. Sedangkan, kelompok invertebrata terdiri atas serangga dan
laba-laba.
ü Mamalia
Contoh mamalia yang terdaapat
dihutan mangrove diantaranya, babi liar
(Sus Vittatus), kelelawar/ kalong
besar (pteretopus vampirus) dan
jenis-jenis mamalia-primata yang terdapat pada habitat di tepi-tepi sungai,
termasuk monyet (macaca fascicularis),
lutung(Presbytis cristata) dan
bekantan (Nasalis larvatus) yang
emdemik kalimantan.
ü Burung
Hutan mangrove penting bagi burung,
karena empat hal yaitu:
1. Hutan mangrove merupakan tempat bersarang
bagi sejumlah besar jenis burung bangau dan kuntul. Banyak jenis burung-burung
tersebut yang bersarang hanya di hutan mangrove dan kemungkinan akan menjadi
lebih banyak terbunuh oleh manusia jika bersarang di luar hutan mangrove.
2. Hutan mangrove menjadi tempat tinggal
bagi banyak jenis burung yang bermigrasi dan beberapa jenis burung yang menetap
yang makan pada atau dari atas daratan berlumpur pasang surut. Tempat tinggal
seperti ini penting terutama bagi burung seperti gajahan (Charadrius, Numenius, Tringa) yang bermigrasi.
3. Hutan mangrove dikunjungi/didatangi
secara musiman oleh sejumlah burung migran yang beberapa diantaranya merupakan
penyebaran biji.
4. Hutan mangrove mendukung berbagai
fauna burung darat, yang menetap dan yang bermigrasi. Kumpulan burung ini
adalah istimewa, karena sebagian besar dapat terdiri dari burung udang, burung
pelatuk dan burung berkicau pemakan serangga.
ü Reptilia
Hutan mangrove didiami oleh berbagai
hewan melata, seperti biawak (Varanus
salvator), kadal (Mabuya
multifasciata), ular air (Enhydris
enhydris), ular cincin mas (Boiga
dendrophilla), ular tambak (Cerberus
rhynchops), ular bangkai laut (Trimeresurus
wagleri), dan viver mangrove (Trimerecurus
purpureomaculatus). Kebanyakan dari
ular-ular yang dijumpai di hutan mangrove bukanlah ular laut sebenarnya (Hydropidae). Buaya muara(Crocodylus porosus) merupakan hewan
terbasar dirawa hutan mangrove. Perburuanselma berabad-abad telah mangurangi
jumlah buaya muara sehingga menyebabkannya punah.
ü Amfibi
Katak mangrove Rana cancrivora, katak hijau R.
Limocharis dan kodok buduk Bufo
melanostictus merupakan hewan
istimewa di kalangan amfibi karena dapat hidup dan berkembangbiak dalam air
yang sedikit asin. Kecebongnya lebih
tahan terhadap garam dari pada yang dewasa dan metamorfosa pada yang
dewasa hanya akan terjadi setelah air yang asin menjadi sangat encer.
ü Serangga dan
laba-laba
Serangga di ekosistem mangrove
banyak jenisnya. Namun, yang paling umum dan mudah ditemui adalah nyamuk dan
semut. Sedangkan, jenis lain yang dijumpai di kawasan hutan mangrove adalah
laba-laba.
2.4.2.2
Fauna air
Fauna laut
didominasi oleh ikan dan binatang tak bertulang belakang lainnya seperti siput
dan kerang (didominasi oleh Bivalvia dan
Gastropoda) serta kepiting
(didominasi oleh Brachyura). Berdasarkan
habitatnya, fauna laut di mangrove terdiri atas dua tipe yaitu:
- Infauna yang
hidup dikolom air terutama berbagai jenis ikan dan udang
- Epifauna yang menenpati substrat baik yang keras
(akar dan batang pohon mangrove) maupun yang lunak (lumpur), terutama
kepiting, kerang danberbagai jenis invertebrata lainnya.
ü Ikan
Beberapa jenis ikan yang terdapat
dikawasan mangrove adalah ikan glodok dan ikan betok, selain itu juga terdapat
beberapa jenis ikan lainnya seperti ikan belanak(Mungilidae), ikan kueh (Carangidae),
ikan kapasan, ikan lontong (Gerrediae), ikan kekemekikan gelama ikan
krot(Scinaidae), ikan barakuda, ikan
alu-alu dan ikan tencak (Sphtraenidae).
ü Binatang tak
bertulang belakang (Invertebrata)
Hewan-hewan invertebrata biasanya
berukuran kecil. Ada yang hidup menempel pada akar-akar mangrove, dilantai
hutan mangrove, atau di lumpur-lumpur. Beberapa jenis hewan invertebrata yang
bisa kita temui di hutan mangrove adalah kepiting (Krustasea), keong atau kerang (Mollusca),
cacing (Polychaeta), bulu babi,
teripang, dan Scyll serrata ( sejenis
bentos).
2.5
Rantai Makanan
pada Ekosistem Mangrove

2.6
Jaringan Makanan pada Ekosistem Mangrove

2.7
Piramida Makanan pada Ekosistem Mangrove

2.8
Kerusakan Ekosistem Mangrove
1.
Faktor
penyebab kerusakan ekosistem mangrove
ü Pengambilah
kayu dan hasil-hasil non kayu secara berlebih-lebihan
ü Konversi
lahan hutan mangrove menjadi lahan permukiman, pertanian dan tambak
ü Pencemaran
oleh limbah hasil industri dan domestik
ü Sedimentasi
berlebihan
2.
Dampak
dari kerusakan ekosistem mangrove
ü
Terjadi
erosi tanah yang parah
ü
Punahnya
keanekaragaman flora dan fauna
ü
Intrusi air
laut yang terjadi semakin cepat
ü
Menurunnya
kualitas dan kuantitas hasil perikanan
ü Mewabahnya penyakit demam berdarah dan malaria
Pohon
Mangrove Muda dari Marga Rhizopoda


Pohon mangrove dari marga Sonneratia,
memperlihatkan
akar udara (pneumatophores) yang
tumbuh. Pada bagian daratan dari paparan sebuah terumbu karang.

BAB
III
PENUTUPAN
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan – penjelasan diatas
dapat disimpulkan bahwa ekosistem mangrove adalah ekosistem terbesar yang
terdapat diIndonesia. Hampir disetiap provinsi di Indonesia terdapat ekosistem
mangrove. Ekosistem mangrove adalah ekosistem yang memiliki keunikan dan ciri
khas tersendiri. Selain, memiliki kenekaragaman flora dan fauna yang terdapat
didalamnya. Ekosistem mangrove juga memiliki nilai ekologis,biologis,fisis dan
ekonomis.
3.2 Saran
Ø Sebagai
manusia kita hendaknya menjaga kelestarian hutan mangrove. Karena tanpa kita
sadari hutan mangrove itu sangat berguna bagi manusia untuk kehidupan manusia
dimasa sekarang maupun dimasa yang akan datang.
Ø Harapan
penulis setelah tersusunnya makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi
pembaca. Dan penulis juga menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk dijadikan bahan
acuan dalam membuat makalah selanjutnya.
Langganan:
Postingan (Atom)