Jumat, 19 September 2014



KARYA ILMIAH
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG DARI PENJUAL GORENGAN MENJADI APEM




                                   

                                   

                                    Disusun Oleh :
1.     Fitra Dwipa
2.    Ria Syafriani
3.    Renny Elfita
4.    Rio Saputra

                   Dosen Pembimbing :  Ir.Raja Yusfilda , M.pd

FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI
TAHUN 2013/2014



KATA PENGANTAR
            Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang disusun berdasarkan penelitian dan diberi judul :
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG DARI PENJUAL GORENGAN MENJADI KUE APEM
            Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi oleh penulis. Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pembimbing yakni Bapak Redha Bastian yang telah memberikan arahan, bimbingan dan petunjuk bagi penulis. Ucapan terimakasih juga ingin penulis sampaikan kepada :
1.      Dosen pembimbing Bahasa Indonesia Ibu Ir.Raja Yusfilda M,pd
2.       
3.      Teman-teman
            Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berfaedah sebagai informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kami sadar makalah ini masih jauh dari kesempurnaan . Oleh karena saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan,demi sempurnanya makalah ini.


Tanjung Pinang, November 2013




                                                                                                                        Penulis







DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………
1.1   Latar Belakang Masalah…………………………………………………………
1.2  Rumusan Masalah…………………………………………………………………
1.3  Tujuan Penelitian…………………………………………………………………
1.4  Manfaat Penelitian………………………………………………………………
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………………………
       2.1 Tumbuhan Mengkudu………………………………………………………………
       2.2 Klasifikasi Mengkudu………………………………………………………
       2.3 Manfaat Mengkudu……………………………………………………………………
       2.4 Manisan Mengkudu………………………………………………………………
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN……………………………………………
       3.1 Waktu dan Tempat……………………………………………………………
       3.2 Metode Penelitian………………………………………………………………
       3.3 Alat dan Bahan……………………………………………………………………
       3.4 Langkah Kerja……………………………………………………………………
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN…………………………………………………
BAB V PENUTUP…………………………………………………………………………
       5.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………
       5.2 Saran………………………………………………………………………………
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………
LAMPIRAN………………………………………………………………………………




BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang Masalah
            Indonesia merupakan kawasan tropis yang kaya dengan berbagai macam keanekaragaman tanaman. Lebih dari 7.000 spesies tanaman yang dapat memberikan banyak manfaat baik untuk hiasan, kecantikan ,pangan dan obat-obatan herbal . Salah satu dari tumbuhan tersebut adalah tanaman pisang.
            Selama ini,  masyarakat selalu mengkomsumsi buah dari tumbuhan pisang sedangkan kulitnya dibuang yang akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Apabila kulit pisang akan terbuang sia-sia atau dibiarkan begitu saja maka tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya penumpukan limbah kulit pisang. Hal ini akan menimbulkan kerugian, Alangkah baiknya jika kulit buah pisang dapat dimanfaatkan sehingga menjadi sesuatu yang berguna.
Alasan Penulis mengangkat topik ini dikarenakan limbah kulit pisang yang ada di sekitar lingkungan kita kurang dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat tema mengenai pengolahan limbah kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan kue apem merupakan ssebagai alternatif bahan pangan yang dapat dikonsumsi banyak orang.

1.2        Rumusan  Masalah
 Berdasarkan Permasalahan diatas maka penulis dapat mengajukan permasalahan sebagai berikut :
1.      Apakah limbah kulit pisang dapat dimanfaatkan menjadi makanan ?
2.      Apa saja kandungan yang terdapat pada limbah kulit pisang ?
3.      Bagaimana cara apem dari limbah kulit pisang ?

1.3         Tujuan Penelitian
1.         Mengetahui apakah limbah kulit pisang dapat dijadikan makanan.
2.         Untuk mengetahui kandungan yang terdapat didalam limbah kulit pisang
3.         Mengetahui bagaimana cara pembuatan kue apem dari limbah kulit pisang


1.4           Manfaat Penelitian
1.    Dapat memanfaatkan kulit pisang yang tidak dimanfaatkan.
2.    Memberi motivasi kepada masyarakat agar bisa menemukan ide-ide baru dalam mengolah bahan-bahan yang semula tidak terpakai menjadi sesuatu yang bermanfaat.
3.    Memberi informasi kepada masyarakat bahwa kulit pisang dapat diolah menjadi makanan






















BAB II
KAJIAN TEORI

2.1     Tumbuhan  Pisang
Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah.

            2.1.1    Klasifikasi Pisang
Klasifikasi tanaman pisang adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.

          2.1.2    Jenis – Jenis Pisang
Jenis pisang antara lain :
Ø Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak, yaitu M. paradisiaca var. Sapientum, M. nana atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Contohnya: Pisang Ambon, Pisang Susu, Pisang Raja, Pisang Cavendish, Pisang Barangan dan Pisang Mas.
Ø Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak, yaitu M. paradisiaca forma typica atau disebut juga M. paradisiaca normalis. Contohnya: Pisang Nangka, Pisang Tanduk, dan Pisang Kepok.
Ø Pisang berbiji, yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Contonya: Pisang Batu dan Pisang Klutuk.
Ø Pisang yang diambil seratnya, contonnya Pisang Manila (Abaca).



2.1.3    Pusat Penanaman
Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina, Singapura, Arab, Australia, Belanda, Amerika Serikat Brazil, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia,Hawai dan Perancis serta Negara-negara di Afrika seperti Pantai Gading, pulau Kanari, dan Uganda merupakan negara-negara yang dikenal sebagai produsen pisang dunia. Dari tahun ke tahun produksi pisang di dunia mengalami peningkatan. Pada tahun 2005 tercatat bahwa produksi pisang di dunia mencapai angka 72,5 ton. Hal ini karena banyak penduduk dari negara-negara tertentu yang mengkonsumsi pisang sebagai makanan pokok mereka.

2.1.4         Syarat Tumbuh
·         2.1.4.1  Iklim
Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang, namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapiproduksinya tidak dapat diharapkan.
·         2.1.4.2  Media Tanam
1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus, mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanahberhumus dengan pemupukan.
2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50- 200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm dan di daerah kering 50 - 150cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisangyang baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
·         2.1.4.3 Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl.


2.1.5          Bagian-Bagian Tanaman Pisang
·         2.1.5.1 Batang
Batang pisang sebenarnya terletak di dalam tanah, yakni berupa umbi batang. Di bagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun dan pada suatu saat akan tumbuh bunga pisang (jantung). Sedangkan yang berdiri tegak diatas tanah dan sering dianggap sebagai batang adalah batang semu. Batang semu initi terbentuk dari pelepah daun pisang yang saling menutupi dengan kuat dan kompak sehingga bisa berdiri tegak layaknya batang tanaman. Oleh karena itu, batang semu kerap dianggap batang tanaman pisang yang sesungguhnya. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5-7,5; tergantung dari jenisnya.
·         2.1.5.2 Daun
Helaian daun pisang berbentuk lanset memanjang yang letaknya tersebar dengan bagian bawah daun tampak berilin. Daun ini diperkuat dengan tangkai daun yang panjangnya antara 30-40 cm. oleh karena tidak memiliki tulang-tulang pada bagian tepinya, daun pisang mudah sekali terkoyak oleh hembusan angin yang kencang.
Masyarakat pedesaan memanfaatkan daun pisang sebagai bahan pembungkus terutama daun pisang Batu. Daun pisang Batu yang masih muda harganya mahal, digunakan untuk membungkus kue tradisional, pembungkus temped an pembungkus dirumah makan tradisional. Daun yang tua setelah dicacah, biasa digunakan untuk pakan ternak seperti kambing, kerbau atau sapi, karena banyak mengandung unsur yang diperlukan oleh hewan. Bila daun pisang berlebihan dapat pula dimanfaatkan menjadi kompos.
·         2.1.5.3 Bunga
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berjenis kelamin satu, yakni berjumlah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal rapat dan tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua, berlilin, dan mudah rontok berukuran panjang 10-25 cm. bunga tersebut tersusun dalam dua baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan (jika ada). Lima daun tenda bunga melekat sampai tinggi dengan panjang 6-7 cm. Benangsari yang berjumlah lima buah betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga betina terdapat bakal buah yang berbentuk persgi, sedangkan pada bunga jantan tidak terdapat bakal buah.
·         2.1.5.4  Buah Pisang
Buah pisang (Musa sp) merupakan salah satu buah yang banyak digemari orang. Umumnya buah pisang dikonsumsi sehabis makan. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, kandungan Vitamin A yang tinggi dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap ISPA, kulit bersisik, dan kebutaan. Manfaat lain, pisang bisa menjadi pengganti makanan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras.
Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Tabel 1. Kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang
No
Nama Zat
Kandunagn
1
kalori
99 kalori
2
protein
1,2 gram
3
lemak
0,2 gram
4
karbohidrat
25,8 miligram (mg)
5
serat
0,7 gram
6
kalsium
8 mg
7
fosfor
28 mg
8
besi
0,5 mg
9
vitamin A
44 RE
10
Vitamin B
0,08 mg
11
Vitamin C
3 mg
12
air
72 gram
Sumber : http://malugada.com 2011

Kandungan energi pisang merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Pisang juga mempunyai kandungan khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid. Khrom bersama dengan insulin memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel-sel. Kekurangan khrom dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Umumnya masyarakat hanya memakan buahnya saja dan membuang kulit pisang begitu saja.
·         2.1.5.5.  Jantung Pisang
Jantung pisang adalah ujung bunga pisangn yang tersisa saat bagian lainnya bertumbuh menjadi  buah pisang. Jadi bagian ini adalah sisa bunga pisang yang tidak lagi bisa menghasilkan buah. Bagian ini memang harus dipotong agar buah pisang bisa bertumbuh maksimal. Jantung pisang yang berupa kelopak berwarna ungu dengan jajaran bunga berwarna putih kekuningan ini tidak begitu enak sehingga nilai ekonominya rendah
Jantung pisang mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu berupa: Protein 12,051%, Karbohidrat 34,831% dan lemak total 13,050%. Selain karbohidrat, jantung pisang juga mengandung protein, mineral (terutama fosfor, kalsium, dan besi), serta sejumlah vitamin A, B1 dan C.
Komponen penting lainnya yang terdapat pada jantung pisang adalah serat pangan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan, serat pangan sangat bermanfaat untuk:
a.    Memperlambat kecepatan pencernaan dalam usus, sehingga aliran energi ke dalam tubuh menjadi tetap,
b.    Memberikan perasaan kenyang yang lebih lama,
c.    Membantu mengendalikan berat badan dengan memperlambat munculnya rasa lapar,
·         2.1.5.6  Gedebong Pisang
Di dalam gedebong pisang terkandung getah yang menyimpan banyak maanfaat, yang salah satunya digunakan di dalam dunia medis. Getah pisang mengandung “saponin, antrakuinon, dan kuinon yang dapat berfungsi sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit.
Selain itu, terdapat pula kandungan lektin yang berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit. Kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri agar tidak dapat masuk pada bagian tubuh kita yang sedang mengalami luka. Getah gedebong pisang bersifat mendinginkan. Zat tanin pada getah batang pisang bersifat antiseptik, sedangkan zat saponin berkhasiat mengencerkan dahak.
Batang pisang banyak dimanfaatkan masyarakat, terutama bagian yang mengandung serat. Setelah dikelupas tiap lembar sering dimanfaatkan sebagai pembungkus untuk bibit tanaman sayuran, dan setelah dikeringkan digunakan untuk tali pada pengolahan tembakau, dan dapat pula digunakan untuk kompos.
·         2.1.5.7   Bonggol Pisang
Bonggol pisang adalah umbi batang pisang, di beberapa daerah, bonggol batang pisang yang muda dapat dimanfaatkan untuk sayur, olahan keripik dan kerupuk.
Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa bonggol pisang mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Dalam 100 g bahan, bonggol pisang kering mengandung karbohidrat 66,2 g dan pada bonggol pisang segar mengandung karbohidrat 11,6 g.

2.2     Kulit Pisang
 2.2.1 Kandungan Kulit Pisang
Jumlah kulit pisang dari buah pisang kira-kira 1/3 dari buah pisang yang belum dikupas. Kandungan gizi kulit pisang cukup lengkap seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium,fosfor, zat besi, vitamin B, vitamin C, dan air .  Hasil analisis kimia menunjukan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90 % dan karbohidrat sebesar 18,50%. Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan sebagai sumber energi bagi manusia .
Komposisi kulit pisang dapat di lihat dari tabel 1.1 di bawah ini :

Tabel 2 Komposisi Zat Gizi Kulit Pisang per 100 gram
No
Zat Gizi
Kadar
1.
Air (g)
68,90
2.
Karbohidrat (g)
18,50
3.
Lemak (g)
2,11
4.
Protein (g)
0,32
5.
Kalsium (g)
715
6.
Fosfor (mg)
117
7.
Zat Besi (mg)
1,60
8.
Vitamin B (mg)
0,12
9.
Vitamin C (mg)
17,50



2.2.2 Manfaat Kulit Pisang
Bagian dari pisang yang selama ini masih jarng dimanfaatkan adalah kulit pisang. Melalui cara yang cukup sederhana beberapa jenis kulit pisang dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur (wine) , pembuatan nata , pupuk Kompos ,sebagai pakan hewan ternak , pengganti semir sepatu ,sebagai penjernih Air dan minyak ,sebagai sumber tenaga alternative, dan untuk dikonsumsi dll.
            Daging buah pisang memang lezat dan bergizi tinggi. Namun selain dagingnya, kulit pisang ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan.
ü  Mengobati Jerawat
ü  Mengobati Kulit
ü  Mempercantik Kulit
ü  Mengatasi Iritasi & Gatal
ü  Memutihkan Gigi
ü  Mengatasi Gigitan Nyamuk
ü  Sebagai penambah mood.
ü  Sebagai pereda nyeri.
ü  Mempercepat penyembuhan luka.

2.3     Apem
Apem adalah salah satu jenis kue tradisional yang biasanya berbentuk bundar. apem  jenis kue yang dibuat dengan bahan dasar tepung beras, bentuknya yang bulat pipih atau bisa saja dipotong dengan bentuk sesuai selera . Merupakan makanan khas masyarakat di daerah Jawa Tengan dan Yogyakarta. Apem juga sangat mudah ditemui dipasar-pasar tradisional.

2.4     Limbah
Limbah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau pemakaian ( Menurut KBBI (2002:672)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , Limbah adalah (1) sisa proses produksi ; (2) Bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian ; (3) Barang rusak atau cacat dalam proses produksi  . Limbah dapat juga diartikan sebgai hasil akhir dari suatu proses pemanfaatan produk atau proses dari suatu kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas manusia.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1  Tempat dan Waktu penelitian
            Tempat yang menjadi objek penelitian adalah Jalan Haji Ungar Lorong Halmaerah Nomor 6, Tanjung Pinang
Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013

3.2  Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah eksperimen dan pengolahan data.

3.3  Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah:
1.      Mixer
2.      Blender
3.      Sendok
4.      Mangkuk
5.      Dandang
6.      Cetakan
7.      Kompor

Bahan-bahan yang digunakan antaralain:
1.      Tepung terigu 250 gr                           Rp. 2.500,00
2.      Tepung beras                                       Rp. 2.000,00
3.      Gula 500 gr                                         Rp. 4.500,00
4.      Telur 4 butir                                        Rp. 5.000,00
5.      Ragi Instan 5 gr                                  Rp. 1.500,00
6.      Kulit Pusing dari 30 buah                   Rp.0

3.4 Langkah Kerja
1.      Cuci kulit pisang hingga bersih
2.      Ambil bagian dalam kulit pisang dengan mengkeruk menggunakan sendok
3.      Kocok telur dan gula hingga mengembang
4.      Masukan kulit pisang yang telah dikeruk kedalam adonan telur sambil terus diaduk
5.      Masukkan tepung terigu dan tepung beras yang telah diayak
6.      Masukkan ragi instan
7.      Aduk hingga adonan merata
8.      Diamkan adonan selama 5 jam
9.      Setelah 5 jam siapkan cetakan adonan
10.  Lumuri cetakan dengan minyak goring agar adonan tidak lengket
11.  Tuang adonan kecetakan
12.  Siapkan dandang untuk mengukus
13.  Kukus adonan kurang lebih 15 menit
14.  Kue siap disajikan (untuk 35 potong kue)
















BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Hasil Data Penelitian
            Melalui beberapa percobaan, kami mendapatkan bahwa kulit pisang dapat dibuat  apem . Dan menurut pencarian data kami mendapatkan hasil kandungannya adalah karbohidrat, vitamin C, vitamin B, kalsium dan protein.

4.2  Pembahasan
Kulit pisang dapat dibuat
apem  dengan cara pembuatan apem  pada umumnya.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data untuk sampel uji cita rasa bahwa kue apem dari kulit pisang layak dikonsumsi masyarakat .

RESPONDEN
INDIKATOR  RESPON
GOLONGAN
JUMLAH
RASA
TEKSTUR
Enak
Tidak Enak
Menarik
Tidak Menarik
Remaja
Orang
Orang

orang
orang
Dewasa
Orang
orang
Orang
Orang
Orang


















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1      Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitan , maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kulit pisang dapat dibuat apem dengan cara seperti pembuatan apem pada umumnya
2. Kulit pisang mengandungan karbohidrat, vitamin, kalsium, protein dan glukosa sehingga baik untuk kesehatan dan pangan .

5.2     Saran
1. Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui berapa persen kandungannya.
2. Perlu diadakan sosialisasi ke masyarakat tentang pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar apem.
















DAFTAR PUSTAKA
·         ,






























LAMPIRAN