MELENGKAPI
KARYA TULIS DENGAN
CATATAN
KAKI DAN DAFTAR PUSTAKA
1. CATATAN KAKI
Catatan kaki
adalah catatan di kaki halaman yang dipergunakan untuk memberikan penjelasan
tambahan atau mencantumkan URL panjang. Jika di dalam catatan kaki ada
referensi, referensinya dibuat dalam bentuk running notes. Besar font catakan kaki adalah lebih kecil dari
teks utama, yakni biasanya dengan besar font 10 dengan asumsi ukuran teks utama
12.
· Penulisan
Catatan kaki
a. Catatan kaki
dipisahkan dari naskah halaman yang sama dengan jarak tiga spasi.
b. Antarcatatan
kaki dipisahkan satu spasi.
c. Catatan kaki
lebih dari dua baris diketik dengan satu spasi.
d. Catatan kaki
diketik sejajar margin
e. Catatan kaki
jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk
catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab. Pada
setiap awal bab baru berikutnya catatan kaki dimulai dari nomor satu. Laporan
atau karangan tanpa bab, catatan kaki ditulis pada akhir karangan.
g. Nomor urut
ditulis lebih kecil dari huruf lainnya, misalnya font 10.
· Ibid , Op.cit,
dan Loc.cit
Penulisan Ibid
, Op.cit, dan Loc.cit
Singkatan ini
digunakan untuk memendekkan penulisan informasi pustaka dalam catatan kaki.
Penulisan harus memperhatikan persyaratan baku yang sudah lazim.
1) Ibid
Ø Ibid singkatan
kata ibidium berarti di tempat yang sama dengan diatasnya.
Ø Ibid ditulis
dibawah catatan kaki yang mendahuluinya.
Ø Ibid tidak
dipakai apabila telah ada catatan kaki lain yang menyelinginya.
Ø Ibid diketik
atau ditulis dengan huruf kapital pada awal kata, dicetak miring dan diakhiri
titik.
Ø Apabila
referensi berikutnya berasal dari jilid atau halaman lain, urutan penulisan:
ibid, koma, jilid, halaman.
Contoh :
1 Peg C.
Neuhauser, Legenda Manfaatnya bagi Perusahaan, terj. Teguh Rahardja, (Jakarta:
Pustaka Binaman Presindo, 1994), 13-34.
2Ibid
3Ibid, 53-62.
4Hernowo,
Mengikat Makna, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 109-130.
5Ibid, 133-145
2) Op.Cit
(Opere Citato)
Ø Op.Cit
singkatan kata Opere Citato berarti dalam karya yang telah disebut,
Ø Merujuk buku
sumber yang telah disebutkan dan diselingi sumber lain,
Ø Ditulis dengan
huruf kapital pada awal suku kata, dicetak miring, setiap suku didkuti titik,
dan
Ø Urutan
penulisan : nama pengarang, nama panggilan, nama famili, Op.Cit. nama buku,
halaman.
Contoh:
1Satjipto
Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976), 111.
2Daniel Goleman,
Emotional Intelligence. (Jakarta:
Gramedia, 2001), 161.
3Bobby dePorter
& Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung:
Kaifa, 2000), 63-87.
4Rahardjo,
Op.Cit., 125.
5Goleman,
Op.Cit.
6DePorter &
Mike Hernacki, Op.Cit, 203-238.
3) Loc.Cit.
(Loco Citato)
Ø Loc.Cit
singkatan dari Loco Citato. Berarti di tempat yang telah disebutkan,
Ø Merujuk sumber
data pustaka yang sama yang berupa buku kumpulan esai, jurnal, ensiklopedi,
atau majalah; dan telah diselingi sumber lain.
Ø Jika halaman
sama kata loc.cit tidak diikuti nomor halaman, jika halaman berbeda kata
loc.cit diikuti nomor.
Ø Menyebutkan
nama famili (keluarga) pengarang.
Contoh:
1Sarwiji
Suwandi, “Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa
Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi”, Kongres Bahasa Indonesia VIII,
(Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia,
2003), 1-15.
2Suwandi,
Loc.Cit
v Catatan Kaki
Berisi Penjelasan
Catatan kaki
bisa digunakan jika penulis ingin memberi penjelasan tambahan sebuah istilah,
frase, kalimat, dan sejenisnya. Pemakaian catatan kaki dengan penjelasan bisa
dilihat dalam contoh berikut:
Jumlah kabupaten
/ kota yang ada di Kalimantan Timur terus bertambah.1 Pertambahan
ini tentu punya implikasi terhadap meluasnya pemanfaatan lahan untuk
perkantoran, perumahan, dan kegiatan bisnis.
______________
1Dalam rentang
waktu yang cukup lama (era Orde Baru), kabupaten/ kotamadya di Kaltim berjumlah
enam buah (Balikpapan, Samarinda, Kutai, Bulungan, Berau, Pasir). Pada pasca
Orde Baru, jumlah kabupaten/kota meningkat dratis menjadi 13 (Paser, Penajam
Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai
Timur, Bontang, Bulungan, Berau, Tarakan, Malinau, Nunukan), dan baru-baru ini
ada penambahan satu kabupaten lagi, yakni Kabupaten Tanah Tidung, sehingga
sekarang terdapat 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.
v Catatan Kaki
Berisi Penjelasan dan Running Notes
Catatan kaki
bisa juga digunakan jika penulis ingin memberi penjelasan tambahan, lengkap
dengan referensinya. Contoh catatan kaki yang menjelaskan suatu teks lengkap
dengan referensinya adalah sebagai berikut:
Secara umum,
aksi kolektif (collective action)
didefinisikan sebagai semua aksi yang dilakukan secara kolektif untuk mencapai
tujuan kolektif atau mendapatkan barang-barang/sarana-prasarana kolektif (collective good2) (Olson 1965, 1971; Marwell &
Oliver 1993).
______________
2Beberapa ahli
mendefinisikan collective good sebagai
barang, fasilitas, saranaprasarana, dan sejenisnya, yang mana individu-individu
tertarik atau tak bisa lepas dengannya (karena mereka merasa akan memperoleh
manfaat darinya) dan jika diberikan ke atau digunakan oleh orang lain, siapa
saja (semua individu) akan tetap bisa menggunakan atau memanfaatkan collective good itu (Marwell dan
Oliver 1993:4). Lihat juga Oberschall (1997).
v Catatan Kaki
Berisi URL Panjang.
Referensi
langsung yang berupa alamat website (URL) panjang dicantumkan di catatan kaki, hyperlinknya dihilangkan dan tanggal
aksesnya dicantumkan. Jika URL-nya tidak cukup dalam satu baris, pemisahan
dilakukan di belakang tanda baca (”/”, ”_”, ”+”, ”=”, dan lain sebagainya),
angka, atau kata tertentu. Contoh:
Setelah
revolusi Amerika dan Perancis, wacana yang muncul adalah apakah untuk membatasi
kediktatoran mayoritas diperlukan adanya lembaga Senat (Upper hamber).³
Tidak ada komentar:
Posting Komentar