KARYA ILMIAH
“ PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG DARI PENJUAL GORENGAN
MENJADI APEM ”
Disusun
Oleh :
1. Fitra
Dwipa
2. Ria Syafriani
3. Renny Elfita
4. Rio Saputra
Dosen Pembimbing : Ir.Raja Yusfilda , M.pd
FAKULTAS
ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
MARITIM RAJA ALI HAJI
TAHUN
2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji Syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis
dapat menyelesaikan karya ilmiah yang disusun berdasarkan penelitian dan diberi
judul :
“ PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG DARI PENJUAL GORENGAN
MENJADI KUE APEM ”
Dalam
penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang dihadapi oleh penulis.
Untuk itu penulis mengucapkan terimakasih kepada pembimbing yakni Bapak Redha
Bastian yang telah memberikan arahan, bimbingan dan petunjuk bagi penulis.
Ucapan terimakasih juga ingin penulis sampaikan kepada :
1. Dosen pembimbing Bahasa Indonesia Ibu Ir.Raja Yusfilda
M,pd
2.
3. Teman-teman
Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berfaedah sebagai
informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kami sadar makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan . Oleh karena saran dan kritik yang membangun dari
semua pihak sangat kami harapkan,demi sempurnanya makalah ini.
Tanjung Pinang, November 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………
DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN…………………………………………………………………
1.1 Latar Belakang
Masalah…………………………………………………………
1.2 Rumusan
Masalah…………………………………………………………………
1.3 Tujuan
Penelitian…………………………………………………………………
1.4 Manfaat
Penelitian………………………………………………………………
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA……………………………………………………………
2.1 Tumbuhan
Mengkudu………………………………………………………………
2.2 Klasifikasi
Mengkudu………………………………………………………
2.3 Manfaat
Mengkudu……………………………………………………………………
2.4 Manisan
Mengkudu………………………………………………………………
BAB III PELAKSANAAN
PENELITIAN……………………………………………
3.1 Waktu dan
Tempat……………………………………………………………
3.2 Metode
Penelitian………………………………………………………………
3.3 Alat dan Bahan……………………………………………………………………
3.4 Langkah
Kerja……………………………………………………………………
BAB IV HASIL DAN
PEMBAHASAN…………………………………………………
BAB V
PENUTUP…………………………………………………………………………
5.1
Kesimpulan…………………………………………………………………………
5.2 Saran………………………………………………………………………………
DAFTAR
PUSTAKA………………………………………………………………………
LAMPIRAN………………………………………………………………………………
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Indonesia merupakan
kawasan tropis yang kaya dengan berbagai macam keanekaragaman tanaman. Lebih dari 7.000 spesies tanaman yang
dapat memberikan banyak manfaat baik
untuk hiasan, kecantikan ,pangan dan obat-obatan herbal . Salah satu dari
tumbuhan tersebut adalah tanaman pisang.
Selama
ini, masyarakat
selalu mengkomsumsi buah dari tumbuhan pisang sedangkan
kulitnya dibuang yang akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan.
Apabila kulit pisang akan terbuang sia-sia atau dibiarkan begitu saja maka tidak
menutup kemungkinan untuk terjadinya penumpukan limbah kulit pisang. Hal ini
akan menimbulkan kerugian, Alangkah baiknya jika kulit buah pisang dapat
dimanfaatkan sehingga menjadi sesuatu yang berguna.
Alasan Penulis mengangkat topik ini dikarenakan limbah kulit pisang yang ada di
sekitar lingkungan kita kurang dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu,
penulis tertarik untuk mengangkat tema mengenai pengolahan limbah kulit pisang
sebagai bahan dasar pembuatan
kue apem
merupakan ssebagai alternatif bahan pangan yang dapat dikonsumsi banyak orang.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan Permasalahan diatas maka penulis
dapat mengajukan permasalahan sebagai berikut :
1. Apakah
limbah kulit pisang dapat
dimanfaatkan menjadi makanan ?
2. Apa saja kandungan yang terdapat pada limbah kulit
pisang ?
3.
Bagaimana cara apem dari limbah kulit pisang ?
1.3
Tujuan Penelitian
1.
Mengetahui apakah limbah kulit pisang dapat
dijadikan makanan.
2.
Untuk mengetahui kandungan yang terdapat
didalam limbah kulit
pisang
3.
Mengetahui bagaimana cara pembuatan kue apem dari limbah kulit pisang
1.4
Manfaat
Penelitian
1.
Dapat memanfaatkan kulit pisang yang tidak
dimanfaatkan.
2.
Memberi motivasi kepada masyarakat agar bisa menemukan
ide-ide baru dalam mengolah bahan-bahan yang semula tidak terpakai menjadi
sesuatu yang bermanfaat.
3. Memberi informasi kepada masyarakat bahwa
kulit pisang dapat diolah menjadi makanan
BAB
II
KAJIAN TEORI
2.1
Tumbuhan Pisang
Pisang adalah tanaman buah berupa
herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). Tanaman
ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan dan Tengah.
2.1.1
Klasifikasi Pisang
Klasifikasi
tanaman pisang adalah sebagai berikut:
Kingdom
: Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa spp.
2.1.2 Jenis – Jenis Pisang
Jenis pisang antara lain :
Ø Pisang yang
dimakan buahnya tanpa dimasak, yaitu M. paradisiaca var. Sapientum, M. nana
atau disebut juga M. cavendishii, M. sinensis. Contohnya: Pisang Ambon, Pisang Susu,
Pisang Raja, Pisang Cavendish, Pisang Barangan dan Pisang Mas.
Ø Pisang yang
dimakan setelah buahnya dimasak, yaitu M. paradisiaca forma typica atau disebut
juga M. paradisiaca normalis. Contohnya: Pisang Nangka, Pisang Tanduk, dan
Pisang Kepok.
Ø Pisang
berbiji, yaitu M. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Contonya:
Pisang Batu dan Pisang Klutuk.
Ø Pisang yang
diambil seratnya, contonnya Pisang Manila (Abaca).
2.1.3 Pusat Penanaman
Hampir di setiap tempat dapat dengan
mudah ditemukan tanaman pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah
Cianjur, Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Indonesia termasuk salah satu
negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang, Hongkong, Cina,
Singapura, Arab, Australia, Belanda, Amerika Serikat Brazil, Filipina, Panama,
Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia,Hawai dan Perancis serta
Negara-negara di Afrika seperti Pantai Gading, pulau Kanari, dan Uganda
merupakan negara-negara yang dikenal sebagai produsen pisang dunia. Dari tahun
ke tahun produksi pisang di dunia mengalami peningkatan. Pada tahun 2005
tercatat bahwa produksi pisang di dunia mencapai angka 72,5 ton. Hal ini karena
banyak penduduk dari negara-negara tertentu yang mengkonsumsi pisang sebagai
makanan pokok mereka.
2.1.4 Syarat Tumbuh
·
2.1.4.1 Iklim
Iklim tropis basah, lembab dan panas mendukung
pertumbuhan pisang, namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah
subtropis. Pada kondisi tanpa air, pisang masih tetap tumbuh karena air
disuplai dari batangnya yang berair tetapiproduksinya tidak dapat diharapkan.
·
2.1.4.2 Media Tanam
1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus,
mengandung kapur atau tanah berat. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya
pisang ditanam di tanahberhumus dengan pemupukan.
2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh
menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Ketinggian air
tanah di daerah basah adalah 50- 200 cm, di daerah setengah basah 100 - 200 cm
dan di daerah kering 50 - 150cm. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan
menghasilkan panen pisangyang baik. Tanah harus mudah meresapkan air. Pisang
tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.
·
2.1.4.3 Ketinggian Tempat
Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di
Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi
2.000 m dpl. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian
1.000 m dpl.
2.1.5 Bagian-Bagian
Tanaman Pisang
·
2.1.5.1 Batang
Batang pisang sebenarnya terletak di dalam tanah,
yakni berupa umbi batang. Di bagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang
menghasilkan daun dan pada suatu saat akan tumbuh bunga pisang (jantung).
Sedangkan yang berdiri tegak diatas tanah dan sering dianggap sebagai batang
adalah batang semu. Batang semu initi terbentuk dari pelepah daun pisang yang
saling menutupi dengan kuat dan kompak sehingga bisa berdiri tegak layaknya
batang tanaman. Oleh karena itu, batang semu kerap dianggap batang tanaman
pisang yang sesungguhnya. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5-7,5; tergantung
dari jenisnya.
·
2.1.5.2 Daun
Helaian daun pisang berbentuk lanset memanjang yang
letaknya tersebar dengan bagian bawah daun tampak berilin. Daun ini diperkuat
dengan tangkai daun yang panjangnya antara 30-40 cm. oleh karena tidak memiliki
tulang-tulang pada bagian tepinya, daun pisang mudah sekali terkoyak oleh
hembusan angin yang kencang.
Masyarakat pedesaan memanfaatkan
daun pisang sebagai bahan pembungkus terutama daun pisang Batu. Daun pisang
Batu yang masih muda harganya mahal, digunakan untuk membungkus kue
tradisional, pembungkus temped an pembungkus dirumah makan tradisional. Daun
yang tua setelah dicacah, biasa digunakan untuk pakan ternak seperti kambing,
kerbau atau sapi, karena banyak mengandung unsur yang diperlukan oleh hewan.
Bila daun pisang berlebihan dapat pula dimanfaatkan menjadi kompos.
·
2.1.5.3 Bunga
Bunga pisang disebut juga jantung pisang karena
bentuknya menyerupai jantung. Bunga pisang tergolong berjenis kelamin satu,
yakni berjumlah satu dalam satu tandan. Daun penumpu bunga biasanya berjejal
rapat dan tersusun secara spiral. Daun pelindung yang berwarna merah tua,
berlilin, dan mudah rontok berukuran panjang 10-25 cm. bunga tersebut tersusun
dalam dua baris melintang, yakni bunga betina berada di bawah bunga jantan
(jika ada). Lima daun tenda bunga melekat sampai tinggi dengan panjang 6-7 cm.
Benangsari yang berjumlah lima buah betina terbentuk tidak sempurna. Pada bunga
betina terdapat bakal buah yang berbentuk persgi, sedangkan pada bunga jantan
tidak terdapat bakal buah.
·
2.1.5.4 Buah Pisang
Buah pisang (Musa sp) merupakan
salah satu buah yang banyak digemari orang. Umumnya buah pisang dikonsumsi
sehabis makan. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu
menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar
pengiriman oksigen ke otak. Selain itu, kandungan Vitamin A yang tinggi dapat
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap ISPA, kulit bersisik, dan kebutaan.
Manfaat lain, pisang bisa menjadi pengganti makanan pokok, sehingga mengurangi
ketergantungan rakyat Indonesia terhadap beras.
Pisang mempunyai kandungan gizi
sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan
buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi,
dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan
serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.
Tabel 1. Kandungan gizi yang terdapat dalam setiap
buah pisang matang
No
|
Nama Zat
|
Kandunagn
|
1
|
kalori
|
99 kalori
|
2
|
protein
|
1,2 gram
|
3
|
lemak
|
0,2 gram
|
4
|
karbohidrat
|
25,8 miligram (mg)
|
5
|
serat
|
0,7 gram
|
6
|
kalsium
|
8 mg
|
7
|
fosfor
|
28 mg
|
8
|
besi
|
0,5 mg
|
9
|
vitamin A
|
44 RE
|
10
|
Vitamin B
|
0,08 mg
|
11
|
Vitamin C
|
3 mg
|
12
|
air
|
72 gram
|
Kandungan energi pisang merupakan
energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat, sehingga bermanfaat
dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Nilai energi pisang sekitar 136
kalori untuk setiap 100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat.
Karbohidrat pisang merupakan karbohidrat kompleks tingkat sedang dan tersedia
secara bertahap, sehingga dapat menyediakan energi dalam waktu tidak terlalu
cepat. Karbohidrat pisang merupakan cadangan energi yang sangat baik digunakan
dan dapat secara cepat tersedia bagi tubuh.
Pisang juga mempunyai kandungan
khrom yang berfungsi dalam metabolisme karbohidrat dan lipid. Khrom bersama
dengan insulin memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel-sel. Kekurangan khrom
dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Umumnya masyarakat
hanya memakan buahnya saja dan membuang kulit pisang begitu saja.
·
2.1.5.5. Jantung Pisang
Jantung pisang adalah ujung bunga
pisangn yang tersisa saat bagian lainnya bertumbuh menjadi buah pisang.
Jadi bagian ini adalah sisa bunga pisang yang tidak lagi bisa menghasilkan
buah. Bagian ini memang harus dipotong agar buah pisang bisa bertumbuh
maksimal. Jantung pisang yang berupa kelopak berwarna ungu dengan jajaran bunga
berwarna putih kekuningan ini tidak begitu enak sehingga nilai ekonominya
rendah
Jantung pisang mengandung zat gizi
yang bermanfaat bagi tubuh, yaitu berupa: Protein 12,051%, Karbohidrat 34,831%
dan lemak total 13,050%. Selain karbohidrat, jantung pisang juga mengandung
protein, mineral (terutama fosfor, kalsium, dan besi), serta sejumlah vitamin
A, B1 dan C.
Komponen penting lainnya yang
terdapat pada jantung pisang adalah serat pangan yang sangat bermanfaat bagi
kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan, serat pangan sangat bermanfaat
untuk:
a. Memperlambat
kecepatan pencernaan dalam usus, sehingga aliran energi ke dalam tubuh menjadi
tetap,
b. Memberikan
perasaan kenyang yang lebih lama,
c. Membantu
mengendalikan berat badan dengan memperlambat munculnya rasa lapar,
·
2.1.5.6 Gedebong Pisang
Di dalam gedebong pisang terkandung
getah yang menyimpan banyak maanfaat, yang salah satunya digunakan di dalam
dunia medis. Getah pisang mengandung “saponin, antrakuinon, dan kuinon yang
dapat berfungsi sebagai antibiotik dan penghilang rasa sakit.
Selain itu, terdapat pula kandungan
lektin yang berfungsi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kulit.
Kandungan-kandungan tersebut dapat membunuh bakteri agar tidak dapat masuk pada
bagian tubuh kita yang sedang mengalami luka. Getah gedebong pisang bersifat
mendinginkan. Zat tanin pada getah batang pisang bersifat antiseptik, sedangkan
zat saponin berkhasiat mengencerkan dahak.
Batang pisang banyak dimanfaatkan
masyarakat, terutama bagian yang mengandung serat. Setelah dikelupas tiap
lembar sering dimanfaatkan sebagai pembungkus untuk bibit tanaman sayuran, dan
setelah dikeringkan digunakan untuk tali pada pengolahan tembakau, dan dapat
pula digunakan untuk kompos.
·
2.1.5.7 Bonggol Pisang
Bonggol pisang adalah umbi batang
pisang, di beberapa daerah, bonggol batang pisang yang muda dapat dimanfaatkan
untuk sayur, olahan keripik dan kerupuk.
Dari beberapa penelitian yang telah
dilakukan diketahui bahwa bonggol pisang mengandung karbohidrat yang cukup
tinggi. Dalam 100 g bahan, bonggol pisang kering mengandung karbohidrat 66,2 g
dan pada bonggol pisang segar mengandung karbohidrat 11,6 g.
2.2 Kulit Pisang
2.2.1 Kandungan Kulit Pisang
Jumlah kulit pisang dari buah pisang kira-kira 1/3
dari buah pisang yang belum dikupas. Kandungan gizi kulit pisang cukup lengkap
seperti karbohidrat, lemak, protein, kalsium,fosfor, zat besi, vitamin B,
vitamin C, dan air . Hasil analisis
kimia menunjukan bahwa komposisi kulit pisang banyak mengandung air yaitu 68,90
% dan karbohidrat sebesar 18,50%. Unsur-unsur gizi inilah yang dapat digunakan
sebagai sumber energi bagi manusia .
Komposisi kulit pisang dapat di lihat dari tabel 1.1
di bawah ini :
Tabel 2 Komposisi Zat Gizi Kulit
Pisang per 100 gram
No
|
Zat Gizi
|
Kadar
|
1.
|
Air (g)
|
68,90
|
2.
|
Karbohidrat (g)
|
18,50
|
3.
|
Lemak (g)
|
2,11
|
4.
|
Protein (g)
|
0,32
|
5.
|
Kalsium (g)
|
715
|
6.
|
Fosfor (mg)
|
117
|
7.
|
Zat Besi (mg)
|
1,60
|
8.
|
Vitamin B (mg)
|
0,12
|
9.
|
Vitamin C (mg)
|
17,50
|
2.2.2
Manfaat Kulit Pisang
Bagian dari pisang yang selama ini masih jarng
dimanfaatkan adalah kulit pisang. Melalui cara yang cukup sederhana beberapa
jenis kulit pisang dapat diolah menjadi bahan baku minuman anggur (wine) , pembuatan
nata , pupuk Kompos ,sebagai
pakan hewan ternak , pengganti semir sepatu ,sebagai penjernih Air dan minyak ,sebagai
sumber tenaga alternative, dan untuk dikonsumsi dll.
Daging buah pisang memang lezat dan
bergizi tinggi. Namun selain dagingnya, kulit pisang ternyata juga bermanfaat
untuk kesehatan.
ü Mengobati Jerawat
ü Mengobati Kulit
ü Mempercantik Kulit
ü Mengatasi Iritasi & Gatal
ü Memutihkan Gigi
ü Mengatasi Gigitan Nyamuk
ü
Sebagai penambah mood.
ü
Sebagai pereda nyeri.
ü
Mempercepat penyembuhan luka.
2.3
Apem
Apem adalah salah satu jenis kue tradisional yang biasanya berbentuk
bundar. apem jenis
kue yang dibuat dengan bahan dasar tepung beras, bentuknya yang bulat pipih
atau bisa saja dipotong dengan bentuk sesuai selera . Merupakan makanan khas masyarakat
di daerah Jawa Tengan dan Yogyakarta. Apem juga sangat mudah ditemui dipasar-pasar
tradisional.
2.4 Limbah
Limbah
adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa
atau pemakaian ( Menurut KBBI (2002:672)
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , Limbah adalah (1) sisa proses produksi ;
(2) Bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa
atau utama dalam pembuatan atau pemakaian ; (3) Barang rusak atau cacat dalam
proses produksi . Limbah dapat juga
diartikan sebgai hasil akhir dari suatu proses pemanfaatan produk atau proses
dari suatu kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas manusia.
BAB
III
METODOLOGI
PENELITIAN
3.1
Tempat dan Waktu penelitian
Tempat yang menjadi
objek penelitian adalah Jalan
Haji Ungar Lorong Halmaerah Nomor 6, Tanjung Pinang
Waktu penelitian ini dilakukan
pada bulan November 2013
3.2 Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah eksperimen dan
pengolahan data.
3.3 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah:
1. Mixer
2. Blender
3. Sendok
4. Mangkuk
5. Dandang
6. Cetakan
7. Kompor
Bahan-bahan yang digunakan antaralain:
1. Tepung terigu 250 gr Rp.
2.500,00
2. Tepung beras Rp.
2.000,00
3. Gula 500 gr Rp.
4.500,00
4. Telur 4 butir Rp.
5.000,00
5. Ragi Instan 5 gr Rp.
1.500,00
6. Kulit Pusing dari 30 buah Rp.0
3.4 Langkah Kerja
1.
Cuci kulit pisang hingga bersih
2.
Ambil bagian dalam kulit pisang
dengan mengkeruk menggunakan sendok
3.
Kocok telur dan gula hingga
mengembang
4.
Masukan kulit pisang yang telah
dikeruk kedalam adonan telur sambil terus diaduk
5.
Masukkan tepung terigu dan
tepung beras yang telah diayak
6.
Masukkan ragi instan
7.
Aduk hingga adonan merata
8.
Diamkan adonan selama 5 jam
9.
Setelah 5 jam siapkan cetakan
adonan
10.
Lumuri cetakan dengan minyak
goring agar adonan tidak lengket
11.
Tuang adonan kecetakan
12.
Siapkan dandang untuk mengukus
13.
Kukus adonan kurang lebih 15
menit
14.
Kue siap disajikan (untuk 35
potong kue)
BAB
IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Data Penelitian
Melalui beberapa
percobaan, kami mendapatkan bahwa kulit pisang dapat dibuat apem .
Dan menurut pencarian data kami mendapatkan hasil kandungannya adalah
karbohidrat, vitamin C, vitamin B, kalsium dan protein.
4.2 Pembahasan
Kulit pisang dapat dibuat apem dengan cara pembuatan apem pada umumnya.
Berdasarkan
hasil penelitian diperoleh data untuk sampel uji cita rasa bahwa kue apem dari kulit pisang
layak dikonsumsi masyarakat .
RESPONDEN
|
INDIKATOR RESPON
|
||||||
GOLONGAN
|
JUMLAH
|
RASA
|
TEKSTUR
|
||||
Enak
|
Tidak
Enak
|
Menarik
|
Tidak
Menarik
|
||||
Remaja
|
Orang
|
Orang
|
|
orang
|
orang
|
||
Dewasa
|
Orang
|
orang
|
Orang
|
Orang
|
Orang
|
||
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitan , maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
Berdasarkan hasil penelitan , maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
1. Kulit pisang dapat dibuat apem dengan cara seperti pembuatan apem
pada umumnya
2. Kulit pisang mengandungan karbohidrat, vitamin, kalsium, protein dan glukosa sehingga baik untuk kesehatan dan pangan .
2. Kulit pisang mengandungan karbohidrat, vitamin, kalsium, protein dan glukosa sehingga baik untuk kesehatan dan pangan .
5.2 Saran
1. Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui berapa persen kandungannya.
2. Perlu diadakan sosialisasi ke masyarakat tentang pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar apem.
1. Perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui berapa persen kandungannya.
2. Perlu diadakan sosialisasi ke masyarakat tentang pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar apem.
DAFTAR PUSTAKA
·
,
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar